Persiapan Pembangunan Digester Biogas

Kamis (10/9/2015) bertempat di Gedung PKK Kabupaten Ponorogo diselenggarakan rapat persiapan pembangunan digester biogas dengan jumlah undangan yang disampaikan 100 undangan dan dihadiri oleh 88 undangan.

Maksud dan tujuan penyelenggaraan rapat adalah untuk mempersiapkan masyarakat penerima bantuan digester biogas bahwa kegiatan pembangunan biogas akan segera dilaksanakan, dan agar para penerima bantuan mengetahui hak dan kewajibannya.

Sebagian besar penduduk di Kabupaten Ponorogo masih mengandalkan sektor pertanian dan peternakan untuk menggerakkan roda perekonomian. Produk peternakan yang dikelola oleh masyarakat tentunya akan menghasilkan produk sampingan berupa limbah organik yang cukup melimpah. Untuk menangani permasalahan tersebut maka salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah merubah limbah ternak sapi menjadi bahan baku energi melalui pembuatan digester biogas. Cara tersebut sangat menguntungkan karena mampu memanfaatkan alam tanpa merusak sehingga siklus ekologi tetap terjaga. Manfaat lain dalam mengolah limbah ternak sapi menjadi energi alternatif melalui biogas adalah dihasilkannya pupuk organik untuk tanaman dan pakan ternak lele.

Rapat persiapan pembangunan digester biogas ini merupakan rapat kedua setelah yang pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 April 2015 dengan agenda membahas tentang kegiatan pembangunan biogas sejumlah 40 unit yang saat ini telah selesai dilaksanakan dan juga pemberian APPO (alat pembuat pupuk organik) sejumlah 4 unit. Sedangkan rapat kedua diselenggarakan terkait dengan adanya tambahan alokasi dana yang bersumber dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) yang akan dimanfaatkan untuk membangun digester biogas sejumlah 44 unit. Direncanakan pembangunan digester biogas tersebut berada di 4 (empat) wilayah yaitu wilayah I : Kecamatan Pulung, Pudak dan Sooko ; wilayah II : Kecamatan Ngrayun dan Slahung ; wilayah III : Kecamatan Bungkal, Jetis, Sambit, Balong, Mlarak, dan Sawoo ; wilayah IV : Kecamatan Ponorogo, Siman, Babadan, Jenangan, Badegan, Sampung, Sukorejo, Kauman dan Jambon, dengan masing – masing wilayah mendapatkan alokasi sejumlah 11 unit biogas.

Dari acara rapat tersebut bagi masyarakat yang telah mendapatkan bantuan biogas diharapkan dapat memanfaatkannya secara optimal, dan bagi yang belum mendapatkan bantuan biogas dapat mengajukan permohonan untuk tahun berikutnya dengan syarat memiliki ternak sapi minimal 3 ekor.

persiapan biogas

persiapan biogas

Bagikan:
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Print this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *